Senin, 30 Januari 2023

Lily jangan bersedih

Ini lah Desaku, desa yang asri penuh dengan hasil alam, udara yang segar tanpa adanya polusi kendaraan yang mengancam jiwa, gemercik air yang menetes dalam kesunyian membuat jiwa tenang dan damai. Burung yang berkicau melelapkan istirahatku sejenak, Lili,, lilii.. panggil sahabatku mengagetkan saat menikmati indahnya sepoi-sepoi angin di saung reod Abah, Lii,, abah,, lii abah lii,, wajah Salim dengan panik dan napas yang cepat, ada apa dengan abah lim, coba tarik napas dulu baru kamu bicara, abah kecelakaan li, APAA.. terus abah dimana? Dibawa ke puskesmas dekat Desa jawab Salim. Tak ingat dengan bekal makan yang disediakan abah, lili langsung lari bersama salim. 

Tiba di Puskesmas Lili merasa sedih karena melihat Abah tergeletak tak berdaya, sosok Abah yang periang, selalu menebar senyuman, orang yang sabar dan ramah kepada semua orang kini terbaring lemas karena kaki Abah patah terlindas mobil kol yang sedang membawa sayuran di pasar. Lim, bagaimana nanti kalau Abah tau kaki nya patah yah? Lili menatap Abahnya dengan penuh kesedihan, kenapa bisa Abah ketabrak, padahal Abah suka sama kerjaan Abah sebagai kuli panggul di pasar, bagaimana kalau Abah tau nanti Abah ga bisa kerja lagi, Salim menepuk pundak Lili dengan penuh keyakinan, sabar Li, masih banyak cara agar Abah bisa sembuh lagi.

Pagi hari Abah duduk sendiri di teras memandikan ayam jago kesayangannya, Lili yang tak sanggup untuk menahan air mata akhirnya meneteskannya dengan penuh penyesalan, Abah adalah sosok yang selalu memberinya semangat dalam hidup, pantang menyerah dalam bekerja, selalu mengingatkan dalam kebaikan kini hanya bisa duduk dan berjalan dengan kursi roda, Lili si anak manis yang berusia 15 tahun kini menggantikan Abah nya sebagai kuli panggul di pasar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar